Berapa Lama Setelah Injil-Injil Lain Yohanes Ditulis (Dan Mengapa)?

Jawaban Tepat: Antara 90 dan 100 M

Injil disebut sebagai pesan yang disampaikan Yesus dari Nazaret. Injil dapat lebih baik didefinisikan sebagai narasi yang bersifat episodik dan longgar mengenai perbuatan dan kata-katanya. Sebelumnya diyakini sebagai pesan Kristen, namun digunakan untuk mengajarkan gagasan Yesus dari Nazareth pada pertengahan abad kedua.

Injil membantu memahami situasi yang terjadi selama pengadilan Yesus dari Nazaret. Dia dijatuhi hukuman mati setelah persidangan, dan ini juga telah dibahas secara rinci dalam tulisannya. Injil juga membantu kita memperoleh sedikit pengetahuan tentang beberapa penampakan Yesus dari Nazaret setelah kebangkitan.

Berapa Lama Setelah Injil-Injil Lain Ditulis oleh Yohanes

Berapa Lama Setelah Injil-Injil Lain Yohanes Ditulis?

Ada empat Injil kanonik, dan mereka diberi nama berbeda berdasarkan urutan kemunculannya. Injil pertama disebut Matius, sedangkan Injil kedua disebut Markus. Injil ketiga dan keempat masing-masing dikenal sebagai Lukas dan Yohanes. Keempat Injil kanonik dimulai dengan garis besar dasar yang sama di mana Yesus memulai pelayanan publik-Nya bersama dengan Yohanes Pembaptis. Yesus mengajar banyak murid-Nya dan berkontribusi pada perbaikan masyarakat. Yesus kemudian mati di kayu salib, dan akhirnya, Dia dibangkitkan dari kematian.

Banyak Injil lainnya juga ditulis setelah keempat Injil kanonik ini. Namun, ini dianggap sangat penting dan sangat dicintai oleh komunitas Kristen di semua bagian dunia. Injil sangat dihargai karena memberikan penjelasan yang tepat tentang pandangan Yesus, sedangkan penulis lain mungkin memanipulasi naskah berdasarkan pemikiran mereka. Injil membantu setiap orang dalam memahami gagasan Yesus secara lebih transparan.

Injil yang Ditulis Yohanes
Nama Injil KanonikWaktu Komposisi
Injil MatiusAntara 80 dan 90 M
Injil MarkusAntara 65 dan 75 M
Injil LukasAntara 80 dan 85 M
Injil YohanesAntara 90 dan 100 M

Semua Injil ditulis pada waktu yang berbeda. Injil Matius ditulis antara tahun 80 dan 90 M. Sebaliknya, Injil Markus ditulis antara tahun 65 dan 75 M. Injil Lukas diketahui disusun antara tahun 80 dan 85 M. Injil terakhir yang disusun adalah Injil Yohanes, dan ditulis antara tahun 90 dan 100 M.

Mengapa Yohanes Ditulis Begitu Lama Setelah Injil-Injil Lainnya?

Sama seperti semua Perjanjian Baru, keempat Injil kanonik ditulis dalam bahasa Yunani. Namun, tidak diketahui secara pasti siapa yang menulis Injil, tetapi diyakini bahwa tidak satupun dari mereka adalah saksi mata dari peristiwa yang terjadi dengan Yesus. Diyakini bahwa Yesus akan muncul kembali dalam beberapa bentuk setelah kematiannya, tetapi itu tidak pernah benar-benar terjadi. Saat itulah murid-muridnya merasa bahwa ada kebutuhan untuk menulis Injil.

Karena sebagian besar saksi mata kehidupan Yesus sudah meninggal atau sudah sangat tua, Injil ditulis berdasarkan hal-hal yang didengar oleh berbagai orang tentang Dia. Sebagian besar tulisan didasarkan pada tradisi lisan yang diikuti Yesus. Beberapa bagian dari Injil juga berisi mukjizat yang diyakini semua orang terjadi karena Yesus. Cerita tentang Yesus dan ide-idenya mencakup sebagian besar Injil.

Injil yang Ditulis Yohanes

Diyakini bahwa Yohanes ditulis begitu lama setelah semua Injil lainnya karena beberapa penulis memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan Yesus. Mereka percaya bahwa tidak semua yang tertulis dalam injil-injil lain memadai. Akibatnya, mereka ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang keberadaan Yesus selama hidupnya. Bagaimanapun, semua Injil dianggap suci, dan mereka memberi kita pengetahuan yang mendalam tentang kehidupan Yesus dan pandangannya tentang prospek kehidupan yang berbeda.

Kesimpulan

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa empat Injil kanonik dianggap sangat suci, dan diikuti oleh semua bagian dari komunitas Kristen. Injil terdiri dari gagasan dan pandangan Yesus dari Nazaret dan menjelaskan perjalanannya. Itu juga memberikan informasi tentang kematian dan persidangannya.

Keempat Injil ditulis pada waktu yang berbeda. Diyakini bahwa Injil Yohanes ditulis antara tahun 90 dan 100 M. Namun, tidak ada Injil yang ditulis oleh individu yang bertemu Yesus, tetapi informasi yang disampaikan berdasarkan peristiwa dalam hidupnya dan bagaimana ia dieksekusi sampai mati.

Referensi

  1. https://search.proquest.com/openview/ffcd0e933e0b12d6b8cd248f75bdbc46/1?pq-origsite=gscholar&cbl=18750&diss=y
Avatar Nidhi

Tentang KamiNidhi

Hai! Saya Nidhi.

Di sini, di EHL, semuanya tentang resep lezat dan mudah untuk hiburan santai. Jadi datang dan bergabunglah dengan saya di pantai, bersantai dan nikmati makanannya.

27 Komentar

    1. Artikel ini secara efektif menggabungkan konteks sejarah dengan analisis kritis untuk menawarkan perspektif menyeluruh.

  1. Penggambaran akurat mengenai jangka waktu dan alasan tertundanya penulisan Injil Yohanes patut dipuji.

    1. Konteks sejarah telah dijelaskan dengan cermat di sini, sehingga memberikan pencerahan tentang keadaan penciptaan Injil.

  2. Analisis yang telah diteliti dengan baik dan menggugah pemikiran yang disajikan di sini menambah nilai signifikan terhadap pemahaman komposisi Injil.

  3. Eksplorasi artikel ini mengenai perbedaan pandangan dan dampak selanjutnya terhadap komposisi Injil Yohanes sangat merangsang secara intelektual.

    1. Memang benar, pendekatan ilmiah untuk mengkaji alasan di balik pemilihan waktu penulisan Yohanes sangatlah mengesankan.

  4. Ada alur yang kohesif dan logis dalam argumentasi yang disajikan dalam artikel ini, menjadikannya bacaan yang menarik.

    1. Tentu saja, isinya terorganisir dengan baik dan menawarkan perspektif yang menggugah pikiran tentang asal usul Injil.

  5. Pemeriksaan objektif dan berbasis bukti dalam artikel ini memberikan perspektif yang menarik mengenai konteks sejarah Injil.

    1. Argumen dan wawasan sejarah yang didukung dengan baik membuat artikel ini memberikan kontribusi yang berharga terhadap topik ini.

  6. Eksplorasi ekstensif artikel ini mengenai garis waktu sejarah Injil dan alasan tertundanya penulisan Injil Yohanes sungguh menggugah pikiran.

    1. Pembahasan yang komprehensif dan diartikulasikan dengan baik dalam artikel ini menjadikannya bacaan yang memperkaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *