Jawaban Tepat: 20 tahun

Pertama, adalah mitos bahwa Quran ditulis oleh Nabi Muhammad. Karena Muhammad tidak tahu bagaimana menulis. Berdasarkan kepercayaan, dikatakan bahwa banyak sahabat Muhammad bekerja sebagai juru tulis dan terus mencatat nubuatan. Dan tak lama setelah kematian Nabi Muhammad, Quran disusun oleh para sahabatnya, yang terus menulis atau mengingat potongan-potongannya.

Diyakini oleh umat Islam bahwa Al-Qur'an dijelaskan secara lisan oleh Allah kepada nabi Muhammad dalam pembukaan di bulan Ramadhan. Kemudian, usia Muhammad adalah sekitar 40; dan tahun penutupan pada tahun 632 adalah tahun kematiannya.

Berapa Lama Setelah Kematian Muhammad Al Quran Ditulis?

Berapa Lama Setelah Kematian Muhammad Apakah Quran Ditulis?

Detail Quranstatistika
Jumlah halaman604
Jumlah bab114
Jumlah bagian30
Jumlah bagian60
Jumlah ayat 6236
Jumlah kata77845
Jumlah akar yang berbeda1767

Al-Quran mengantisipasi bacaan dan bukan tulisan. Resitasi berarti melafalkan dari pikiran sepotong informasi. Tapi itu tidak berhubungan dengan kesadaran individu. Itu berasal dari seorang nabi yang mengalami wahyu dari Tuhan. Tuhan memasukkan kata-kata ke dalam otak Muhammad, dan kemudian Muhammad mengucapkannya dengan keras kepada jiwa-jiwa dan mereka menghafalnya.

Izinkan saya mengklarifikasi hal kedua bahwa bentuk tertulis dari Quran tidak bernama Quran. Tapi itu adalah mushaf Al-Qur'an. Mushaf Quran adalah kumpulan surah yaitu bab dari Quran. Itu disusun sekitar 20 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Salinan Al-Qur'an yang paling mentah bukan hanya sebuah buku, tetapi sebuah visi dari Al-Qur'an di otak umat Islam. Untuk mencegah kerusakan akibat kematian Nabi Muhammad, para sahabat memimpin. Mereka mengumpulkan ingatan dan menghafal bagian-bagian dari Al-Qur'an. Mereka menyusunnya di satu tempat. Mendokumentasikan bait-bait tersebut dalam kertas-kertas, dan menempatkannya sebagai sosok mushaf Al-Qur'an.

Baca Juga:  Berapa Lama D-Day Berlangsung (Dan Mengapa)?

Sejak saat itu, kitab Al-Qur'an dipresentasikan di depan dunia. Quran hanyalah nama sedangkan mushaf adalah bentuk materi atau kitabnya. Mushaf memiliki catatan sejarah yang terdiri dari waktu dan tempat. Bukan itu saja, ia memiliki penulis dan humas. Meskipun Quran tidak memiliki bukti nyata. Ini adalah kata-kata yang diulang dan makna dari istilah-istilah itu, Quran adalah gambaran di dalam pikiran individu. Quran memegang kata-kata Tuhan yang karakter pegang dalam esensi mereka.

Mengapa Setelah Lama Kematian Muhammad Apakah Quran Ditulis?

Budaya Islam menceritakan bahwa Muhammad mengalami kenabian pertamanya di Gua Hira. Selama salah satu pelarian soliternya ke tebing. Setelah ini, ia mengalami inspirasi selama lebih dari 23 tahun. Menurut kisah Muslim, setelah Muhammad bermigrasi ke Medina dan mendirikan masyarakat Muslim yang berpemerintahan sendiri. Kemudian, dia meminta beberapa rekannya untuk membaca Al-Qur'an. Juga, baca dan hafalkan hukum-hukum yang diturunkan olehnya. Dinyatakan bahwa beberapa orang Quraisy dijebloskan ke penjara pada Perang Badar memulihkan kemerdekaan mereka setelah mereka melatih beberapa Muslim dalam naskah sederhana masa lalu. Dengan demikian, sebuah klub Muslim terus-menerus menjadi terpelajar.

Awalnya, Al-Qur'an ditulis di tablet, tulang, dan kemudian di tepi daun kurma yang lebar dan rata. Banyak surah yang memegang kendali di kalangan Muslim kuno karena mereka dianggap dalam berbagai kata-kata mutiara oleh referensi Syiah dan Sunni. Hal ini terkait dengan metode Muhammad Quran sebagai permintaan untuk Islam, bangunan doa, dan gaya bacaan.

Baca Juga:  Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan EKG (Dan Mengapa)?

Tapi, Quran tidak bertahan dalam bentuk buku pada saat kematian nabi Muhammad pada tahun 632. Dengan demikian, sebuah kesepakatan ditandatangani di antara para pengikut bahwa Muhammad tidak menulis wahyu itu sendiri. Jadi, butuh waktu 20 tahun bagi para pengikut Muhammad untuk menyusun semua wahyu untuk menulis Quran.

Kesimpulan

Muslim menganggap bahwa semua Nabi adalah sama; mereka menganggap dalam Satu Tuhan dan tidak menghubungkan rekan-rekan dengan-Nya, untuk menjauh dari imoralitas, dan menjalani kehidupan yang didedikasikan untuk memperoleh keinginan Tuhan. Nasihat Al-Qur'an bersifat permanen dan duniawi, mengubah variasi warna kulit, ras, suku, dan kebangsaan. Juga, memandu Anda dalam fase kehidupan manusia yang berbeda yang mencakup ekonomi, efek gender, etika pernikahan, perceraian, warisan, dan pengasuhan anak. Itu tidak menghukum atau menyakiti daging dan tidak pernah mengabaikan jiwa. Ini menjelaskan tanda-tanda kehadiran Tuhan di alam semesta. Setiap Nabi menjelaskan kehidupan setelah kematian. Mereka memberikan kabar gembira tentang surga bagi orang-orang yang memeluk Tuhan. Juga, diberitahukan tentang penderitaan di neraka kepada mereka yang lebih memilih untuk melawan Dia.

Referensi

  1. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=YM8RBAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR7&dq=origins+of+quran&ots=dRQNGVfKUz&sig=iAgXRc6QiK44DBMDDctQDF9BiDI
  2. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=kY3_7Rxr2NcC&oi=fnd&pg=PP1&dq=origins+of+quran&ots=bZuGXhFFBG&sig=3utfhSb5-SAJcoRoHgeplKd_6r8